in

Mengetahui cara kerja deterjen

Erapee – Deterjen menjadi salah satu kebutuhan pokok yang pasti ada di setiap rumah. Deterjen memang sangat ampuh digunakan untuk menghilangkan noda pada pakaian. Pada saat proses pencucian itulah akan terjadi tahapan pengangkatan noda/ kotoran oleh deterjen. Tapi tahukah Anda bagaimana cara kerja deterjen sehingga mampu membuat pakaian kita menjadi bersih? Mari kita simak ulasan berikut untuk mengetahui cara kerja deterjen.

Pengertian deterjen

Deterjen berasal dari bahasa latin yaitu detergere yang berarti membersihkan. Deterjen merupakan penyempurna dari produk sabun. Deterjen biasa juga disebut sebagai deterjen sintetis yang mana berasal dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Deterjen dapat berbentuk cair, pasta, atau bubuk. Dalam deterjen terkandung konstituen bahan aktif pada permukaannya dan konstituen bahan tambahan. Konstituen bahan aktif berupa surfaktan yang merupakan singkatan dari surface active agents, yaitu bahan yang menurunkan tegangan permukaan suatu cairan untuk mempermudah penyebaran dan pemerataan. Sedangkan untuk konstituen tambahannya berupa pembangun, zat pengisi, zat pendorong, seperti garam dodesilbenzena sulfonat, natrium lauril eter sulfat, kokonum sitrat, dan metil paraben.

Sumber gambar : http://guide-prof.blogspot.com

Sejarah deterjen

Deterjen pertama yang dihasilkan adalah natrium lauril sulfat (NSL) yang bersala dari lemak trilausil yang direduksi dengan hidrogen dibantu dengan katalis. Karena proses produksi yang mahal, penggunaan NSL tidak dilanjutkan. Selanjutnya deterjen dikembangkan menggunakan alkil benzena sulfonat (ABS). Namun, penggunaan ABS lagi-lagi tidak dilanjutkan karena ABS memiliki dam[ak negatif terhadap lingkungan, seperti tidak dapat terurai oleh mikroorganisme dan  busanya menutupi permukaan air sungai. Kemudian, perkembangan deterjen diganti dengan menggunakan linear alkil sufonat (LAS). Deterjen berbahan LAS ini memiliki rantai karbon yang panjang dan dapat dipecahkan oleh mikroorganisme. Akan tetapi penggunaan LAS juga memiliki kekurangan yakni dapat membentuk fenol yang berbahaya. Deterjen berbahan LAS inilah yang saat ini beredar dimasyarakat kita.

Zat yang terkandung dalam deterjen

Dalam deterjen terkandung beberapa zat diantaranya yaitu :

  • Surfaktan, berfungsi untuk mengikat lemak dan membasahi permukaan.
  • Abrasive, berfungsi untuk menggosok kotoran.
  • Substansi, berfungsi untuk mengubah pH yang mempengaruhi stabilitas dari komponen lain.
  • Water softener, berfungsi untuk menghilangkan efek kesadahan.
  • Oksidan, berfungsi untuk memutihkan dan menghancurkan kotoran.
  • Material lain selain surfaktan, berfungsi untuk mengikat kotoran di dalam suspensi
  • Enzim, berfungsi untu mengikat protein, lemak, ataupun karbohidrat di dalam kotoran.

Jenis-jenis deterjen

Berdasarkan senyawa organik yang terkandung didalamnya, deterjen dikelompokkan menjadi :

  • Deterjen anionik (DAI), merupakan deterjen yang mengandung surfaktan anionik dan dinetralkan dengna alkali. Deterjen ini akan berubahn menjadi partikel bermuatan negatif apabila dilarutkan dalam air dan biasanya digunakan untuk pencuci kain.
  • Deterjen kationik, merupakan deterjen yang mengandung surfaktan kationik. Deterjen ini akan berubah menjadi partikel bermuatan positif ketika terlarut dalam air, biasanya digunakan pada pelembut (softener).
  • Deterjen nonionik, merupakan deterjen yang tidka mengandung molekul ion sementara, kedua asam dna basanya merupakan molekul yang sama. Deterjen jenis ini mampu mencuci dengan baik hampir semua jenis kotoran.
  • Deterjen amfoterik, merupakan deterjen yang mengandung kedua kelompok kationik dna anionik, dimana deterjen ini dapat berubah menjadi partikel positif, negatif, atau netral bergantung pada pH air yang digunakan, dan biasanya sering dipakai untuk pencuci alat-alat rumah tangga.

Sedangkan berdasarkan kegunaannya, deterjen dikategorikan menjadi :

  • Deterjen pencuci kain, mengandung alkohol etoksilat dan alkil fenoletoksilat.
  • Deterjen pencuci piring, mengandung zat seperti deterjen pencuci tangan.
  • Deterjen pembersih peralatan rumah tangga, mengandung heksa dekiltrimetil amonium klorida.
  • Deterjen pembersih industri, mengandung zat seperti deterjen pembersih rumah tangga.
  • Deterjen pembersih gigi, mengandung natrium lauril sarkosinat.
  • Deterjen pelembut kain, mengandung diokta dekimetil amonium klorida.

Cara kerja deterjen

Deterjen digunakan sebagai pembersih karena air murni tidka dapat menghapus atau menghilangkan kotoran dalam pakaian/ barang yang berminyak. Deterjen membersihkan bertindak sebagai emulsi. Pada dasarnya, deterjen memunginkan minyak dan air untuk bercampur sehingga kotoran berminyak dapat dihilangkan selama proses pencucian.

Sumber gambar : http://dadanberbagiilmu.blogspot.com

Kinerja utama deterjen terletak pada surfaktannya dan memiliki kemampaun yang unik dalam mengangkat kotoran, baik yang larut dalam air maupunyang tak larut dalam air. Salah satu ujung dari molekul surfaktan bersifat lebih suka minyak atau tidak suka iar, akibanya bagian ini mempenetrasi/ mengikat kotoran yang berminyak. Sedangkan ujung molekul surfaktan satunya lebih suka air, bagian inilah yang berperan mengendorkan kotoran dari kain dan mendispersikan kotoran, sehingga tidak kembali menempel pada kain, sehingga warna kain dapat dipertahankan.

Itulah ulasan seputar deterjen, walaupun tergolong barang kecil namun deterjen penting bagi kehidupan kita. Semoga bermanfaat.

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Comments

0 comments

Apa sebenarnya minuman beralkohol itu?

Pentingnya, aspek nilai dan manfaat lagu anak Indonesia