Erapee – Semua anak yang terlahir ke dunia telah dianugerahkan kemampuan untuk mengembangkan mental mereka. Sebagai orang tua, Anda hanya perlu mengajarkan mereka cara melatih pikiran. Tidak jarang kebiasaan pola asuh yang salah dari orang tua menjadikan anak lemah secara mental. Meninggalkan pola asuh yang salah, akan memberikan peluang lebih besar kepada anak untuk tumbuh lebih kuat dan lebih baik. Anak dengan ketahanan mental yang kuat akan lebih siap menghadapi tantangan-tangantan terberat dalam hidupnya kelak. Ingin anak Anda kuat secara mental? Lakukan 10 kebiasaan berikut
Melatih mentalitas anak

Sering kali anak Anda mengalami kegagalan atas apa yang ia lakukan, seperti mendapat nilai jelek saat ujian, gagal lolos tes olahraga yang ia gemari, atau tidak lolos pada audisi-audisi bakat yang ia ikuti dan banyak lagi. Sebagai orang tua, sebisa mungkin jangan menghadirkan rasa kasihan pada anak. Namun, tanamkanlah pada mereka bahwa kekecewaan, kegagalan, dan penolakan adalah bagian dari kehidupan, lalu ajarkan mereka mengambil nilai-nilai positif atas apa yang mereka alami.
Jangan mudah merasa bersalah
Pernahkan anak Anda merengek minta sesuatu padahal Anda tau itu tidak baik untuknya? Besarnya rasa sayang orang tua kepada anak sering kali membuat kita merasa bersalah saat tidak memenuhi keinginannya. Ini adalah kesalahan besar. Sebagai orang tua, Anda tidak boleh ragu bilang “tidak” terlebih hal ini untuk kebaikan sang anak, dan jangan pula Anda merasa bersalah setelah bilang “tidak” pada anak. Saat Anda ragu pada sikap Anda, hal ini bisa jadi akan dimanfaatkan anak untuk memanipulasi emosi Anda. Jika Anda pada pilihan yang benar, pegang teguh pilhan Anda.
Jadikan anak sebagai pusat perhatian

Menjadikan anak sebagai pusat perhatian dan prioritas utama orang tua adalah kewajiban setiap orang tua. Namun yang terpenting adalah bukan menanamkan pada mereka bahwa mereka harus selalu diutamakan dimana pun. Saat anak merasa menjadi prioritas orang tua dengan pola yang benar, secara tidak langsung akan menumbuhkan rasa empati pada diri mereka. Sehingga, anak akan selalu berusaha menganggap semua orang penting tanpa terkecuali. Menanamkan rasa inilah tugas terberat orang tua.
Jangan memaksakan pilihan Anda

Rasa ingin melindungi ornag tua kepada anaknya, tidak jarang menjadikan Anda terlalu cemas sehingga anak akan menjadi jiwa yang kurang percaya diri dan rapuh. Anda harus menjadi teladan yang mendorong anak Anda menjadi semakin kuat dan percaya diri. Anda harus mampu menjadi pemandu bagi anak Anda, tapi jangan terlalu protektif. Biarkan anak belajar secara alami.
Libatkan pendapat anak

Sebagai orang tua Anda harus mampu menunjukkan bahwa Anda menghargai pendapat mereka. Namun, Anda tetaplah pemimpinnya. Melibatkan pendapat anak dalam setiap masalah keluarga akan memberikan mereka kesempatan untuk berlatih menerima pendapat orang lain bahkan melakukan hal-hal yang tidak mereka ingin lakukan. Hal ini akan sangat baik untuk anak saat mereka harus beradaptasi dengan dunia luar nantinya.
Jangan mengharapkan kesempurnaan
Terkadang kita sebagai orang tua terlalu memaksakan harapan kita pada anak, bahkan hingga sesuatu yang tidak mampu ia lakukan. Saat Anda berlaku demikian, maka Anda telah memutuskan harapan mereka. Ajarkan pada anak bahwa mereka tidak perlu menjadi yang terbaik dalam segala hal, namun tanamkan bahwa mereka harus melakukan usaha terbaik yang bisa mereka lakukan untuk setiap hal. Dan bantulah anak Anda menjadi lebih baik dari kemarin.
Latih anak bertanggung jawab

Melatih rasa tanggung awab pada anak dapat Anda lakukan dengan kebiasaan kecil di rumah. Seperti melibatkan anak dalam urusan tugas rumah tangga, contohnya menugaskan mereka merapikan kamar tidurnya sendiri, menugaskan mereka membereskan mainan sehabis pakai, atau hal-hal kecil lainnya. Dengan kebiasaan tersebut, anak Anda akan tumbuh menjadi dewasa yang bertanggung jawab.
Menjadi bagian dari perasaan anak

Sering kali anak-anak akan menghadapi perasaan atau emosi ayng tidak nyaman seperti sedih, cemas, atau malu. Sebagai orang tua, Anda harus menunjukkan dukungan Anda, dengan begitu mereka akan memperoleh kembali kepercayaan diri mereka dan akan tertanam rasa bahwa mereka mampu menangani kesulitan dalam hidup mereka. Selain itu, Anda juga harus mengajarkan anak bagaimana mengelola suasana hati mereka. Maka mereka akan tumbuh menjadi orang dewasa yang mandiri yang tidak membutuhkan orang lain untuk mengatur suasana hati mereka.
Cegah anak Anda melakukan kesalahan
Membiarkan anak menjadi mandiri bukan berarti Anda lepas tangan. Periksa dan amati setiap hal yang mereka kerjakan, koreksi jika salah, dan sebisa mungkin pastikan benar. Namun, jika mereka mengalami kegagalan/ kesalahan sesekali bukanlah masalah. Tetap berikan dukungan Anda, dan tanamkan bahwa kesalahan adalah kesempatan untuk mereka menjadi lebih baik dan kuat.
Latih kedisiplinan anak

Mungkin sebagian orang tua akan menerapkan hukuman pada anak saat ia melakukan kesalahan atau lainnya. Yang harus Anda ingat adalah jangan menjadikan anak takut “mendapat masalah”. Anda harus cerdas dalam memberikan konsekuensi pada mereka. Berikan konsekuensi yang mengajarkan mereka untuk disiplin diri dan membuat mereka mengambil pilhan yang lebih baik.
Anak adalah aset paling berharga di dunia, memberikan pola asuh yang baik dan benar kepada anak sama halnya dengan menjamin masa depan mereka dan generasinya. Sudahkah Anda menerapkannya? Like & Share artikel ini, semoga bermanfaat.



GIPHY App Key not set. Please check settings