in , ,

Revolusi Industri 4.0 : Maju Kena Mundur Kena!

Erapee.com Maju kena mundur kena, rasanya itulah kalimat yang tepat untuk Indonesia menghadapi kehadiran revolusi industri 4.0 saat ini. Kehadiran revolusi industri 4.0 tak terelakkan lagi, roadmap industri 4.0 pun telah dicanangkan oleh pemerintah. Pertanyaannya, siapkah Anda? Siapkah kita? Siapkah Indonesia?

Indonesia saat ini tengah menghadapi perubahan industri keempat atau industri 4.0. Roadmap industri 4.0 pun telah dicanangkan oleh pemerintah dengan visi menjadikan Indonesia masuk dalam 10 besar negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. Tak ayal, Industri 4.0 dipastikan memberikan dampak yang sangat besar untuk tatanan perekonomian Indonesia.

Revolusi Industri Global

Kehadiran revolusi industri keempat tidak luput dari keberhasilan revolusi industri terdahulu. Revolusi industri pertama diwarnai dengan kemunculan mesin uap pada abad ke-18 dan berhasil mendompleng perekonomian secara drastis. Berlanjut pada revolusi industri kedua yang dikenal sebagai revolusi teknologi. Pada revolusi teknologi ini ditandai dengan munculnya penggunaan dan produksi besi dan baja dalam skala besar, semakin meluasnya penggunaan tenaga uap, serta munculnya mesin telegraf.

Sumber Gambar : http://www.accountancyresourcinggroup.co.uk

Sedangkan revolusi industri ketiga atau dikenal dengan revolusi digital mengedepankan kekuatan elektronik dan teknologi informasi untuk otomatisasi proses produksi serta peralihan industri menjadi bisnis digital. Keberhasilan industri ketiga menopang hadirnya revolusi industri keempat saat ini. Dimana dunia dihadapkan dengan transformasi teknologi informasi dan komunikasi.

Era Revolusi Industri 4.0 diwarnai dengan kecerdasan buatan (artificial inteligence), rekayasa genetika, super komputer, teknologi nano, dan beragam inovasi. Menurut para ahli, perubahan tersebut berdampak besar terhadap sektor ekonomi, industri, politik, dan pemerintahan. Pada sektor industri di era ini akan memanfaatkan sepenuhnya teknologi informasi dan komunikasi. Sehingga tidak menutup kemungkinan perubahan besar akan terjadi, mulai dari proses produksi hingga seluruh rantai industri.

Dampak Revolusi Industri 4.0

Menurut Mckinsey Global Institute, kehadiran industri 4.0 memberikan dampak yang sangat besar dan luas. Dampak paling besar yang dapat dirasakan terutama pada sektor industri atau lapangan kerja. Dampak baiknya, pada era industri 4.0 melalui konektivitas dan digitalisasinya mampu meningkatkan efisiensi rantai manufaktur dan kualitas produk.

Sedangkan ancaman terbesarnya adalah akan banyak menghilangkan lapangan pekerjaan, sebab robot dan mesin akan menggantikan peran pekerja. Bahkan disebutkan pada tahun 2030 kelak 800 juta lapangan pekerjaan di dunia akan hilang. Hal ini tentu menjadi ancaman besar bagi bangsa Indonesia sebagai negara dengan angkatan kerja dan angka pengangguran yang tinggi.

Roadmap Industri 4.0 Indonesia

Dikutip dari kajian singkat “Strategi Indonesia Menghadapi Industri 4.0”, menyebutkan bahwa Indonesia telah meluncurkan roadmap mengenai impelemtasi industri 4.0. Langkah strategis Indonesia tersebut ditetapkan dalam roadmap Making Indonesia 4.0. Melalui roadmap Making Indonesia 4.0, Indonesia berkomitmen membangun industri manufaktur yang berdaya saing global.

Lima sektor industri yang menjadi fokus utama dalam roadmap Making Indonesia 4.0 yakni makanan dan minuman (mamin), tekstil, otomotif, elektronik, dan kimia. Dimana kelima sektor tersebut merupakan tulang punggung perekonomian yang diharapkan mampu memberikan konstribusi nyata terhadap ekonomi Indonesia. Dalam Making Indonesia 4.0 pula dimuat 10 inisiatif nasional untuk mempercepat perkembangan industri manufaktur.

Visi besar nasional dengan adanya penerapan Industri 4.0 yaitu membawa Indonesia menjadi 10 besar ekonomi pada tahun 2030; mengembalikan angka net export industri 10 persen; meningkatkan produktivitas tenaga kerja dua kali lipat dibanding peningkatan biaya tenaga kerja; serta pengalokasian dua persen dari GDP untuk aktivitas research and development teknologi dan inovasi.

Bagaimana Kesiapan Indonesia?

Persiapan yang matang menjadi kunci utama untuk keberhasilan penerapan industri 4.0. Negara yang kurang siap mengikuti perkembangan teknologi akan membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat beradaptasi. Menurut ABB dan The Economist Intelligence Unit pada tahun 2018, Indonesia menduduki peringkat ke 25 dalam hal kesiapan menghadapi era otomatisasi dari 25 negara yang telah di survei.

Sedangkan peringkat pertama diduduki oleh negara Korea Selatan. Lalu apa yang membedakan kesiapan Indonesia dan Korea Selatan? Dilansir dari kompas.com, letak perbedaan tersebut berada pada tingkat sumber daya manusia yang dihasilkan. Dan pangkal dari sumber daya manusia adalah dari pendidikan dan kurikulum yang diterapkan.

Tidak heran jika Korea Selatan menduduki peringkat pertama, sebab Korea Selatan telah mempersiapkan penduduknya untuk menghadapi era AI dengan menerapkan pembelajaran coding sejak SD. Begitu juga dengan Finlandia sebagai negara dengan kualitas pendidikan terbaik, juga telah menerapkan pembelajaran coding sejak tingkat dasar. Mengapa harus coding?

Coding akan menjadi kemampuan yang paling dibutuhkan seiring berjalannya waktu. Sebab, pada era AI hampir semua pekerjaan akan tergantikan oleh sistem dan robot. Untuk itu mempelajari coding sedini mungkin sangat diperlukan. Bagaimana dengan Indonesia?

Berbicara belajar coding sejak SD rasanya masih sangat jauh diangan untuk Indonesia. Bahkan, kurikulum Indonesia saat ini masih belum menentu. Padahal disisi lain, hampir 143 juta penduduk Indonesia merupakan pengguna aktif internet. Namun menurut laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penggunaan internet paling banyak untuk chatting, media sosial, dan mesin pencari.

Sangat disayangkan lagi, dengan predikat penggunaan internet tersebut banyak generasi milenial menyatakan diri siap untuk industri 4.0. Padahal, untuk era industri 4.0 internet hanya sebagian kecil bagiannya.  Jadi dengan aktif berinternet belum bisa dijadikan patokan bahwa kita siap menghadapi industri 4.0, terlebih jika hanya berinternet untuk bermedia sosial saja.

Bagaimana Solusinya?

Keberhasilan adaptasi Indonesia dengan revolusi industri 4.0 diperlukan kerjasama dari semua pihak. Hendaklah pemerintah Indonesia menyikapi segala perubahan dengan tepat melalui penyusunan strategi yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia. Sedangkan bagi pelaku industri hendaklah menyikapi dengan bijak dan penuh kehati-hatian.

Ibarat komedi, maju kena mundur kena, itulah posisi Indonesia saat ini. Indonesia berada dalam persimpangan, dimana mengharuskan maju menerapkan industri 4.0 di tengah sumber daya masyarakat yang belum siap akan digitalisasi dan tidak mungkin lagi mundur sebab hal tersebut merupakan sebuah keniscayaan yang mustahil untuk dihindari. Tentunya, keberhasilan industri 4.0 di Indonesia bukan hanya tugas pemerintah melainkan tugas kita bersama. Pernahkah terbayang dibenak Anda, bagaimana nasib kita saat dunia digital benar-benar terjadi dan kita tidak mampu mengejarnya?

Sudah bisa dipastikan, kita akan menjadi salah satu manusia terbelakang dengan nasib yang entah siapa peduli. Solusi mutlak yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan perubahan. Jika boleh egois sedikit, janganlah kita terlalu ribut mempermasalahkan kebijakan pemerintah, cukup persiapkan diri saja. Karna saat tiap individu sadar untuk meningkatkan kualitas dirinya, saat itulah dia siap menghadapi perubahan, dan saat itu pula keberhasilan industri 4.0 tercapai. Mari persiapkan diri saat ini untuk nanti. Salam revolusi.

Salah satu solusi Hosting terbaik untuk menghadapi revolusi industri 4.0 adalah Niagahoster

What do you think?

Written by erapee

Erapee.com adalah media dan sarana belajar yang dituangkan dalam tulisan-tulisan sederhana dan inspiratif. Erapee.com memberikan wadah bagi para penulis untuk mengingat kembali apa yang mereka pelajari dengan cara menuliskannya.

Comments

Leave a Reply

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0

Sejarah Kimia

9 Fakta Menarik Tentang Kimia