Dari mana kimia berasal?
Saat Anda tertarik untuk mempelajari kimia, penting sekali untuk mengetahui bagaimana sejarah adanya kimia. Mempelajari sejarah kimia akan menjadi sangat menarik dan menantang. Awal mula adanya kimia berasal dari rasa keingintahuan para ahli kimia untuk dapat membuat barang-barang yang biasa kita gunakan sehari-hari seperti parfum, sabun, kaca, dan lain-lain. Tujuannyabukan sekedar untuk menambah wawasan namun lebih dari itu yakni agar dapat meningkatkan taraf kehidupan dengan cara tertentu.
Sejarah Kimia
Sebagaimana diungkapkan, awal mula adanya kimia didahului dengan rasa keingintahuan para ahli kimia untuk dapat membuat produk-produk kebutuhan sehari-hari seperti parfum maupun sabun. Namun, pada jaman dahulu belum ditemukan adanya tabel periodik unsur. Untuk itu pembuatan produk-produk tidak mengikuti banyak teori hanya didasarkan pada resep terbaik dan detail proses pembuatan. Dan menjadi sulit sekali untuk mengetahui komposisi apa yang digunakan. Namun, pengetahuan terus berkebang selama berabad-abad kemudian.
Titik terang perkembangan ilmu kimia dimulai pada tahun 1937-1691 ketika Robert Boyle memutuskan untuk memulai penelitian di bidang kimia. Gagasan awal yang dikemukakan Robert Boyle berkaitan dengan ide-ide mengenai gas hingga penggambaran gas secara sistematis. Selanjutnya, Boyle mengembangkan gagasan bahwa partikel-partikel keci dapat bergabung membentuk molekul. Gagasan tetang partikel ini kemudian dijadikan dasar oleh John Dalton untuk mengembangkan ide tentang teori atom.
Kimia mulai berkembang pesat pada tahun 1700-an. Di awali oleh Joseph Priestley (1733-1804) yang melakukan isolasi dan karakterisasi gas oksigen, karbonmonoksida, dan dinitrogen oksida. Kemudian gas-gas lain juga ditemukan pada masa itu seperti klorin oleh CW Scheele (1742-1786) dan nitrogen oleh Antonie Lavoisier (1743-1794). Lavoisier inilah yang sering disebut sebagai “Bapak Kimia”.
Tidak hanya berhenti disitu, pengembangan ilmu kimia terus dilakukan hingga mulai ditemukannya senyawa baru pada tahun 1800-an. John Dalton (1766-1844) mengajukan teori atomnya pada tahun 1807. Teori atom tersebut digunakan para ilmuwan sebagai dasar berpikir tentang kimia untuk pendekatan yang lebih sistematis. Kemudian, Amadeo Avogadro (1776-1856) mulai mengkaji kimia dengan lebih kuantitatif dengan menghitung jumlah partikel dalam jumlah gas tertentu.
Selanjutnya perkembangan ilmu kimi mulai melaju pesar selama abad ke dua puluh dan hingga saat ini. Salah satu bidang ekspansi utama kimia adalah di bidang kimia proses hidup. Hal ini ditandai dengan adanya penemuan penelitian seperti fotosintesis pada tanaman, penemuan dan karakterisasi enzim sebagai katalis biokimia, penjelasan struktur biomolekul.
Penemuan-penemuan lain juga telah dikemukakan oleh para ahli diantaranya :
- Charles Goodyear (1800-1860) yang menemukan proses vulkanasi, hal ini memungkinkan produk karet dapat diprosuksi secara stabil untuk ban semua kendaraan yang kita milik saat ini.
- Louis Pasteur (1822-1895) mempelopori penggunaan sterilisasi panas untuk menghilangkan mikroorganisme yang tidak diinginkan dalam anggur dan susu.
- Alfred Nobel (1833-1896) menemukan dinamit.
- JW Hyatt (1837-1920) mengembangkan plastik untuk pertama kalinya.
- Leo Baekeland 91863-1944) mengembangkan resin sintetis pertama, saat ini banyak digunakan untuk bahan baku alat makan yang murah dan kuat.
Ringkasan
- Banyak peradaban berkonstribusi pada perkembangan ilmu kimia.
- Fokus penelitian kimia dimulai dengan pembuatan produk praktis guna.
- Teori dasar kimia mulai dikembangkan selama abad ke-19.



GIPHY App Key not set. Please check settings