in

Apa sebenarnya minuman beralkohol itu?

Erapee – Tentunya alkohol sudah tidak asing lagi kita dengar. Jika mendengar kata alkohol pastilah yang muncul pertama dalam benak kita ialah berkaitan dengan minuman dan dampaknya terhadap kesehatan kita. Lalu sebenarnya apa minuman beralkohol itu? Mari kita simak bersama.

Pengertian alkohol

Secara kimia pengertian alkohol berkaitan dengan suatu gugus fungsi tertentu yaitu R-OH, dimana semua zat yang memiliki gugus fungsi tersebut termasuk ke dalam golongan alkohol. Alhokol (C2H5OH) dapat diartikan juga sebagai bahan alami yang dihasilkan dari proses fermentasi yang banyak ditemui dalam produk bir, anggur, dsb. Sebutan alkohol biasanya diartikan sebagai etil alkohol atau etanol (CH3CH2OH) yang mempunyai titik didih 78,4 oC, tidak berwarna dan mempunyai bau serta rasa yang spesifik.

Secara alami alkohol dapat terjadi pada buah-buahan yang sudah masak seperti durian, nangka, dll, namun kadarnya kecil. Sedangkan alkohol yang didapat dari proses fermentasi banyak ditemui dalam produk makanan dan minuman. Selain itu, alkohol juga dapat dibuat dari berbagai macam bahan dasar diantaranya : bahan berpati, bahan berselulosa atau berserat, serta bahan bergula.

Alkohol yang sering digunakan sebagai pelarut adalah jenis metanol, etanol, dan isopropanol. Metanol digunakan sebagai pelarut dalam cat, bahan anti beku dan senyawa kimia lainnya. Sedangkan etanol banyak digunakan sebagai pelarut, antiseptik, campuran obat batuk, anggur obat, minuman keras dan minuman lain yang mngandung alkohol.

Minuman beralkohol

Minuman beralkohol merupakan sejenis minuman yang sering dikonsumsi oleh manusia. Alkohol murni tidak dikonsumsi oleh manusia, manusia mengkonsumsi mimuman yang mengandung bahan berupa etil alkohol. Alkohol yang terdapat dalam minuman disebut juga etanol. Etanol merupakan molekul kecil yang terdiri dari 2 atom karbon dan 5 atom hidrogen. Etanol diperoleh dari proses konversi alamiah yang disebut fermentasi dimana ragi (yeast), jamur (fungus) mengubah gula  menjadi alkohol dan CO2. Minuman beralkohol mengandung zat adiktif yang memiliki efek memabukkan dan merusak sistem saraf pada otak yang menyebabkan peminum akan merasakan kecanduan.

Sumber gambar : http://hellosehat.com

Alkohol dalam campuran

Berdasarkan ketentuan Standar Industri Indonesia (SII) dari departemen perindustrian RI, minuman berkadar alkohol di bawah 20% tidak tergolong minuman keras tapi juga bukan minuman ringan. Sedangkan dalam peraturan Menteri Kesehatan RI, yang dimaksud minuman keras adalah semua jenis minuman beralkohol, tetapi bukan obat yang meliputi 3 golongan yaitu :

  • Golongan A (Bir), dengan kadar etanol 1% – 5%, golongan ini dapat menyebabkan mabuk emosional dan bicara tidak jelas.
  • Golongan B (Champagne, Wine), dengan kadar etanol 5% – 20%, golongan ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan, kehilangan sensorik, ataksia, dan waktu reaksi yang lambat.
  • Golongan C (Wiski), dengan kadar etanol lebih dari 20% – 50%, golongan ini dapat menyebabkan gejala ataksia parah, penglihatan ganda atau kabur, pingsan dan kadang terjadi konvulasi.

Beberapa macam persyaratan minuman beralkohol adalah :

  • Kandungan metil alkoholnya maksimal 0,1% dari alkohol absolutnya.
  • Zat warna yang digunakan tidak berbahaya.
  • Tidak mengandung logam berbahaya, misalnya Pb, Cu, Hg, Ag.
  • Kandungan zat pengawet sesuai, yaitu SO3 maksimal 200 ppm, SO2 bebas maksimal 50 ppm, dan benzoat maksimal 300 ppm.
  • Kandungan asam volatil maksimal 0,2% yang dinyatakan dalam asam asetat.
  • Bau dan rasa normal.

Minuman keras/ minuman keras oplosan

Menurut Depkes RI, minuman keras ialah minuman beralkohol hasil penyulingan (destilasi) buah atau karbohidrat yang telah diragikan menjadi alkohol. Sedangkan minuman keras oplosan adalah minuman keras yang dibuat dari bermacam-macam bahan yang mengandung alkohol dan dicampur menjadi satu serta mempunyai kadar alkohol yang bervariasi. Bahan-bahan yang digunakan untuk minuman keras oplosan adalah tuak, brem Bali/ arak Bali, dan minuman berenergi.

Sumber gambar : http://oralucu.com

Jika biasanya yang terkandung dalam minuman beralkohol berupa etil alkohol/ metanol, dalam minuman keras oplosan alkohol yang terkandung adalah metil alkohol atau metanol. Metanol biasanya dipakai sebagai bahan pelarut, pembersih dan penghapus cat. Tanpa dicampur apapun, metanol sangat berbahaya bagi kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian. Apalagi jika dicampur dengan berbagai bahan lain yang tidak jelas jenis dan kandungannya. Metanol bila dicerna tubuh akan menjadi formaldehide atau formalin yang beracun. Reaksinya dapat merusak otak, pencernaan, hingga kasus kebutaan.

What do you think?

Written by erapee

Erapee.com adalah media dan sarana belajar yang dituangkan dalam tulisan-tulisan sederhana dan inspiratif. Erapee.com memberikan wadah bagi para penulis untuk mengingat kembali apa yang mereka pelajari dengan cara menuliskannya.

Comments

Leave a Reply

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0

Bagaimana cara kerja test pack?

Gerhana bulan total istimewa 2018, Ini tips melihatnya