in

Manfaat Bawang Merah Bagi Tubuh

Bagi kita masyarakat Indonesia, bawang sudah tidak asing lagi, bahkan bawang menjadi bahan tambahan pokok hampir dalam setiap olahan makanan. Bila Anda berfikir bawang hanya bermanfaat sebagai penyedap makanan, sangat disayangkan. Sebab, faktanya bawang memiliki berbagai kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi tubuh kita.

Bawang termasuk dalam genus Allium, dengan jumlah varietas lebih dari 500 varietas. Pada umumnya, bawang dalam spesies allium berupa bawang merah (allium cepa). Bawang merah sendiri banyak dibudidayakan di berbagai negara untuk bahan pelengkap makanan.

Menurut Dr. Aripta Sharma dalam Market Survey of Nutritional Benefits of Onions, bawang merah (allium cepa) memiliki kandungan senyawa sekunder berupa sulfur yang terdiri atas allin, cycloallin, dan thiopronanol. Senyawa sekunder ini berperan sebagai pengatur rasa, kepekatan, dan sifat obat dari bawang. Sedangkan kandungan nutrisi utama lainnya dalam bawang yakni :

  1. Bawang kaya akan kandungan vitamin C, B6, biotin, kromium, kalsium, dan serat.
  2. Dalam 100 gram bawang mengandung 44 kalori, berupa karbohidrat kompleks.
  3. Bawang mengandung enzim berupa allinase, yang akan terlepas saat proses pemotongan dan memicu timbulnya air mata.
  4. Bawang juga mengandung flavonoid yang berperan sebagai antioksidan.
  5. Bawang mengandung sulfur dengan jumlah yang relatif besar, sulfur ini diketahui baik untuk hati dan sangat cocok dipadukan dengan protein sebab mampu merangsang kerja asam amino ke otak dan sistem saraf.

Selain itu, bawang juga kaya akan kandungan quercetin yang terletak pada bagian kulit terluar. Sejauh ini bawang menjadi sumber quercetin paling baik, dan quercetin sendiri sangat bermanfaat untuk :

  1. Quercetin mampu menurunkan kolesterol, meningkatkan kolesterol HDL tipe baik, mencegah pembekuan darah, melawan asma, bronkitis kronis, demam, diabetes, aterosklerosis dan infeksi, serta penghambatan kanker bagian perut.
  2. Quercetin berfungsi juga sebagai anti inflamasi, antobiotik, antivirus, serta penenang.
Sumber : https://naijagists.com

Menurut Nation Onion Association tentang Onions – Phytochemical and Health Properties, adanya berbagai kandungan flavonoid dan organosulfur pada bawang sangat bermanfaaat bagi kesehatan terutama dalam pencegahan berbagai kanker, seperti : kanker perut, kanker paru-paru, kanker kandung kemih, kanker kolorektal, kanker ovarium, kanker payudara, dan kanker otak. Manfaat lain bawang bagi kesehatan kita antara lain :

  1. Menurunkan kadar gula dalam darah.
  2. Senyawa aktif dalam bawang bekerja sama dengan insulin menurunkan kadar glukosa.
  3. Mampu mencegah kejang otot bronkial penyebab asma.
  4. Memiliki aktivitas antibakteri yang baik, dan mampu menghancurkan berbagai patogen penyebab penyakit.
  5. Memiliki kandungan polifenol yang tinggi.
  6. Sepotong kecil bawang dapat meredakan demam, dengan cara meletakkannya di dahi.
  7. Dapat menyembuhkan insomnia dan gangguan tidur.
  8. Dapat memperbaiki sistem pencernaan.
  9. Jus bawang merah dapat menyembuhkan kulit terbakar atau gigitan serangga.
  10. Menghambat osteroporosis dan ateroklorosis.
  11. Meningkatkan insulin dalam tubuh.
  12. Mencegah diabetes dengan mengendalikan kadar gula dalam darah.
  13. Menghilangkan kolesterol jahat penyebab masalah jantung.
  14. Meredakan peradangan pada sendi.
  15. Konsumsi bawang secara teratur mampu menjaga ketahanan memori dan sistem saraf.
  16. Menyembuhkan gangguan haid.
  17. Meletakkan bawang pada rambut atau kulit kepala mampu menghilangkan kutu dan mengurangi rambut rontok.
  18. Meremajakan jaringan kulit.
Sumber : https://www.vemale.com

Nah, kini sudah tahu kan tentang berbagai macam manfaat bawang merah. Tentunya Anda tidak akan melewatkan bawang dalam setiap masakan Anda setelah ini. Berikut tips dalam preparasi bawang untuk Anda.

  1. Pengupasan

Potong bagian atas (Batang) dan bawah (akar). Kupas lapisan luar kulit bawang dengan pisau. Untuk menghilangkan kulit tanpa pisau, letakkan bawang merah dalam air mendidih sebentar saja, sehingga kulit bawang akan sedikit melonggar. Untuk mencegah Anda menangis saat mengupas bawang, dinginkan terlebih dahulu dalam lemari pendingin selama beberapa jam.

  1. Karamelisasi

Iris dan potong bawang, panaskan dalam minyak atau mentega sampai sedikit melunak. Aduk terus hingga bawang mulai coklat. Kecilkan api. Tambahkan 1 sampai 2 sendok makan air. Waktu menumis sekitar 5 sampai 10 menit, kemudian lanjutkan proses karamelisasi sekitar 30 menit.

  1. Microwaving

Kupas bawang. Potong sesuai ukuran yang diinginkan. Masukkan dalam piring tertutup dengan sejumlah kecil air atau kaldu. Masak sekitar 5 sampai 10 menit.

  1. Perebusan

Proses merebus bawang paling baik dilakukan dalam keadaan bawang utuh, masak hingga 10 sampai 35 menit.

What do you think?

Written by erapee

Erapee.com adalah media dan sarana belajar yang dituangkan dalam tulisan-tulisan sederhana dan inspiratif. Erapee.com memberikan wadah bagi para penulis untuk mengingat kembali apa yang mereka pelajari dengan cara menuliskannya.

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Apa itu Kimia?

Membuat Pola dengan Fibonacci