in

Fakta tentang Helium : Nomor Atom 2 pada Tabel Periodik

Helium adalah nomor atom 2 pada tabel periodik, dengan simbol elemen He. Helium adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak beracun, tidak mempunyai rasa, hampir inert, berupa gas monatomik, dan merupakan unsur pertama pada golongan gas mulia dalam tabel periodik. Karena lebih ringan daripada udara, gas Helium biasanya digunakan sebagai bahan isian balon udara, walaupun hidrogen lebih ringan, tetapi helium mempunyai kelebihan yaitu tidak mudah terbakar.

C:\Users\Administrator\Downloads\Garis waktu hidrogen (1).png
Fakta tentang Helium

Nomor Atom 2

Nama Unsur: Helium

Simbol Elemen: He

Nomor Atom: 2

Berat Atom: 4.002

Klasifikasi Elemen: Gas Mulia atau Gas Inert

Fase Biasa: gas

Kepadatan (g/cc): 0,1786 g / L (0°C, 101,325 kPa)

Liquid Density (g / cc): 0,125 g / mL (pada titik didihnya)

Titik lebur (°K): 0,95

Titik Didih (°K): 4.216

Titik Kritis: 5,19 K, 0,227 MPa

Volume Atom (cc / mol): 31,8

Radius Ionik: 93

Panas Spesifik (@20°C J/g mol): 5.188

Panas Fusion: 0,0138 kJ/mol

Panas Evaporasi (kJ/mol): 0,08

Energi Pengion Pertama (kJ/mol): 2361.3

Struktur Kisi: Heksagonal

Constant Lattice (Å): 3.570

Rasio Kisi A / A: 1,633

Struktur Kristal: close-packed hexagonal

Magnetik Ordering: diamagnetik

Nomor registrasi CAS: 7440-59-7

Inspirasi Nama: Helios, Dewa Matahari Yunani

Ditemukan oleh: Pierre Janssen, Norman Lockyer (1868)

D:\learn_html\helium-shared.jpg
Fakta tentang Helium
Sumber Gambar : https://www.visualcapitalist.com/helium-a-valuable-gas-not-to-be-taken-lightly/

Fakta tentang Helium

  • Unsur ini dinamai dengan nama dewa matahari (Helios) pada mitologi Yunani, karena helium pertama kali terpantau pada 18 Agustus 1868 berupa garis spektrum berwarna kuning cerah berpanjang gelombang 587,49 nanometer yang berasal dari spektrum kromosfer Matahari. Garis spektrum ini pertama diamati oleh Jules Janssen (Prancis) dan Norman Lockyer (Inggris).
  • Pengamatan langsung dari unsur helium tidak dilakukan lagi sampai 1895, ketika ahli kimia Swedia Per Teodor Cleve dan Nils Abraham Langlet mengidentifikasi helium dari cleveite, sejenis bijih uranium.
  • Atom helium mengandung 2 proton, 2 neutron, dan 2 elektron. Namun, helium dapat tersedia dengan tanpa elektron dan membentuk partikel alfa (dapat ditulis juga sebagai He2+). Partikel alfa memiliki muatan listrik 2+ dan dipancarkan selama peluruhan alfa.
  • Isotop yang mengandung 2 proton dan 2 neutron disebut 4He. Ada sembilan isotop helium, tetapi hanya 3He dan 4He yang stabil. Di atmosfer Bumi, hanya terdapat satu atom 3He untuk setiap satu juta atom 4He. Tidak seperti kebanyakan unsur, komposisi isotop helium sangat tergantung pada sumbernya. Jadi, berat atom rata-rata mungkin tidak benar-benar berlaku untuk semua sampel isotop helium. Sebagian besar 3He yang ditemukan saat ini sudah ada saat pembentukan Bumi.
  • Pada suhu dan tekanan biasa, helium adalah gas yang sangat ringan dan tidak berwarna.
  • Helium adalah salah satu gas mulia atau gas inert, yang berarti helium memiliki elektron valensi lengkap sesuai hukum duplet (elektron valensi 2), sehingga mencapai konfigurasi stabil gas mulia . Tidak seperti gas nomor atom 1 (hidrogen), gas helium ada sebagai partikel monatomik. Kedua gas memiliki massa yang sebanding (H2 dan He). Ukuran atom helium sangat kecil sehingga dapat melewati molekul lain. Hal ini yang menyebabkan balon udara yang berisi helium lama-kelamaan akan mengempis, karena helium lolos melaui pori-pori kecil material.
  • Helium adalah unsur paling melimpah kedua di alam semesta, setelah hidrogen. Namun, unsur ini jarang ditemukan di Bumi (volume 5,2 ppm di atmosfer) karena helium non-reaktif dan cukup ringan sehingga dapat lepas dari gravitasi Bumi dan hilang ke ruang angkasa. Konsentrasi helium yang terbesar di Bumi ditemukan dalam keadaan terperangkap bersamaan dengan gas alam. Dari sinilah kebanyakan helium komersial diekstraksi. Konsentrasinya bervariasi antara beberapa ppm sampai dengan lebih dari 7% seperti yang ada di ladang gas San Juan County, New Mexico.
  • Kegunaan utama dari helium adalah untuk pendingin magnet superkonduktor. Penggunaan helium secara komersial adalah untuk pemindai MRI. Elemen ini juga digunakan sebagai gas pembersih, untuk menumbuhkan wafer silikon dan kristal lainnya, dan sebagai gas pelindung untuk pengelasan. Helium digunakan untuk penelitian superkonduktivitas dan perilaku materi pada suhu mendekati nol absolut.
  • Salah satu sifat khas helium adalah bahwa elemen ini tidak dapat dibekukan menjadi bentuk padat kecuali jika diberi tekanan. Helium tetap cair ke nol absolut di bawah tekanan normal, membentuk padatan pada suhu antara 1 K dan 1,5 K dan tekanan 2,5 MPa. Helium padat telah diamati memiliki struktur kristal.

Setelah mengetahui beberapa fakta tentang helium, kamu dapat menguji pemahamanmu dengan mengerjakan soal berikut:

What do you think?

Leave a Reply

Nomor Atom 1 – Fakta Menarik Tentang Hidrogen

Kuis Fakta tentang Helium