in

Konversi Satuan Metrik

Pada pembahasan awalan metrik, sangat memungkinkan untuk menyatakan jumlah dalam berbagai satuan yang berbeda. Sehingga pengetahuan analisis dimensi sangat berguna untuk mengkonversi dari satu unit sistem ke satuan metrik yang lain. Berikut beberapa contoh konversi satuan metrik.

Contoh 1

Sebuah eksperimen tertentu membutuhkan larutan sebanyak 120 mL. Eksperimen akan diikuti oleh 40 siswa, dimana satu siswa satu eksperimen. Berapa liter larutan yang harus disiapkan oleh laboran?

Jawab : 

  • Diketahui : 1 eksp membutuhkan 120 mL

1 L = 1000 mL

Banyak eksperimen 40 kali

  • Karena setiap eksperimen membutuhkan 120 mL larutan, dan laboran perlu menyiapkan larutan untuk 40 kali eksperimen, maka larutan yang diperlukan 120 dikalikan 40, hasilnya 4800 mL larutan yang dibutuhkan. Sekarang kita akan mengkonversi mL ke L menggunakan faktor konversi.
  • Faktor konversi diatur sesuai unit mL yang berada pada penyebut, sehingga hanya menyisakan satuan L.

Jadi pada contoh 1 ini, kita telah mengonversi satuan metrik dengan satu langkah. Untuk kasus seperti ini, kita hanya perlu menyamakan satuan menjadi awalan yang sama, kemudian dikonversi ke satuan yang diinginkan. Berikut contoh konversi satuan metrik dengan dua langkah.

Contoh 2

Nyatakan ukuran 4,8 cm ke dalam satuan µm!

Jawab :

  • Diketahui : 1 m = 100 cm

1 m = 106 µm

  • Jadi untuk menyatakan 4,8 cm dalam µm dilakukan dengan mengkonversi cm ke m terlebih dahulu, kemudian mengkonversi m ke µm.
  • Setiap faktor konversi ditulis sehingga unit penyebut dapat dihilangkan dengan unit pembilang dari faktor sebelumnya.

Ringkasan

  • Analisis dimensi dapat digunakan untuk melakukan konversi satuan metrik.

What do you think?

Leave a Reply

Analisis Dimensi

Satuan Turunan