in

Bagaimana cara membuang merkuri?

Merkuri sudah tidak asing lagi kita dengar, merkuri sering kali disebut sebagai salah satu bahan kimia yang sangat berbahaya. Keberadaan merkuri perlu diwaspadai terutama pada pemilihan produk kecantikan. Sebenarnya kita tidak dapat sepenuhnya terhindar dari merkuri, sebab ada beberapa barang-barang yang kita gunakan sehari-hari yang mengandung merkuri seperti termometer, lampu neon atau termostat yang mengandung merkuri. Tidak menutup kemungkinan kecelakaan kecil dapat terjadi sehingga menyebabkan barang tersebut pecah dan meninggalkan tumpahan merkuri. Apa yang harus kita lakukan saat hal tersebut terjadi dan bagaimana cara membuang merkuri?

Definisi merkuri

Merkuri merupakan salah satu logam berat yang sangat beracun yang berupa cairan logam perak atau disebut air raksa (Hydrargyrum). Merkuri adalah logam yang ada secara alami, dan satu-satunya logam yang berwujud cair pada suhu kamar (25 ­oC). Di dalam tabel periodik merkuri (Hg) memiliki nomor atom 80 dan nomor massa 200,59. Logam murni merkuri berwarna keperakan, berbentuk cairan, tak berbau, dan mengkilap. Merkuri banyak ditemukan di alam dan tersebar dalam batu-batuan, biji tambang, tanah, air, dan udara sebagai senyawa anorganik dan organik.

Bahaya merkuri

Merkuri dan turunannya termasuk sebagai bahan pencemar yang paling berbahaya. Semua senyawa Hg bersifat toksik untuk makhluk hidup bila terpapar dalam jumlah yang cukup dan dalam waktu yang lama. Bahaya merkuri antara lain dapat memperlambat pertumbuhan janin, mengakibatkan keguguran (kematian janin dan mandul), memberikan efek memudarkan flek hitam namun bila pemakaian dihentikan flek akan timbul lagi yang bertambah parah. Senyawa Hg akan tersimpan dan terakumulasi secara permanen di dalam tubuh yaitu dengan terjadinya inhibisi enzim dan kerusakan sel sehingga kerusakan tubuh dapat terjadi secara permanen.

Lalu apa yang harus kita lakukan saat terjadi tumpahan merkuri/raksa?

Yang harus diperhatikan setelah raksa tumpah

  • Jangan menyedot tumpahan raksa atau pecahan barang yang mengandung raksa, karena akan meningkatkan tingkat kontaminasi.
  • Jangan menyapu merkuri atau pecahan kaca dengan sapu, karena akan semakin memperluas daerah yang terpapar air raksa dan bisa jadi menyebar ke sekeliling tempat.
  • Jangan membuang merkuri ke saluran pembuangan air, karena dapat menyumbat saluran dan mencemari sistem pembuangan.
  • Jangan mencuci pakaian yang terpapar merkuri, hal ini dapat menyebabkan kontaminasi pada mesin cuci, pada pakaian lainnya, juga pada saluran air.
  • Jangan menggunakan kembali kain atau spons yang telah terpapar merkuri.
  • Jangan melakukan apapun yang dapat menyebarkan merkuri dan menyebabkannya mengudara.

Yang harus dilakukan untuk membuang merkuri

  • Mensterilkan ruangan atau area tumpahan merkuri dari orang-orang, anak-anak, maupun hewan peliharaan. Jangan izinkan anak-anak membantu membersihkan ruangan.
  • Matikan pemanas atau pendingin udara, buka jendela, dan biarkan ruangan sekitar 15 menit.
  • Gunakan selembar kertas atau kardus untuk mengambil potongan-potongan kaca dan logam yang terpapar merkuri. Taruhlah potongan kaca tersebut dalam toples kaca dengan tutup atau kantong plastik yang bisa ditutup.
  • Untuk mengatasi serpihan kaca yang kecil-kecil, gunakan selotip agar pecahan kaca menempel, lalu satukan ke dalam toples atau plastik tadi.
  • Bersihkan area tumpahan merkuri dengan handuk/kain basah, lalu buang kain/handuk tersebut.
  • Jika tumpahan raksa mengenai pakaian Anda atau barang lainnya, sebaiknya buang barang tersebut untuk menghindar paparan lebih lanjut.

Itulah beberapa hal harus kita cermati untuk membuang merkuri yang telah tumpah. Hal terakhir yang paling penting adalah jangan membuang bekas pecahan raksa ke sembarang tempat. Perhatikan peraturan pembuangan limbah di tempat terjadinya tumpahan raksa tersebut.

Apa Itu Perubahan Kimia?

Jenis Reaksi Kimia